Welcome

WELCOME TO MY BLOGS

Rabu, 04 April 2012

Cara menginstall program C++ di Windows 7



Pasti windows7, khusunya windows 7 64 bit. Sering sekali kita sulit menginstal jenis-jenis program. dalam kasus ini adalah program C++. Program C++ adalah bahasa pemograman yang jarang kita lihat, tetapi masih sering di gunakan dalam universitas yang fakultasnya ilmu komputer. 
Cara yang digunakan untuk menginstal nya adalah sebagai berikut:

  1. Pertama kali kita harus menggunakan software tambaan, yaitu Dosbox. Bagi kalian yang tidak mempunyai software tersebut. Bisa download disini http://www.bestsoftware4download.com/software/t-free-dosbox-download-rqeabjvs.html
  2.  Buka Local disk C pada windows, buat folder nya di system C nya. Misalnya saja nama foldernya adalah "turbo"
  3. Setelah itu masukan folder yang berisi program C++
  4. Buka progam Dosbox, Lalu tuliskan perintah sebagai berikut [Z]: mount d c:\Turbo\
  5.  Jika berhasil akan ada pesan sebagai berikut "Drive D is mounted as a local directory c:\Turbo\"
  6.  Setelah itu ketik D:
  7. Ketikan perintah sebagai berikut
    cd Tc(Tergantung nama folder C++ yang kamu buat)
    cd bin(biasanya applikasi C++ ada di folder bin)
  8. Terakhir ketik tc atau tc.exe
  9. Jika program sudah running, kita ubah direktorinya, caranya klik options, lalu klik directiories yaitu D:\TC\include dan D:\TC\lib respectively )

























     



Sabtu, 31 Maret 2012

PERILAKU KONSUMEN DAN KONSEPNYA

Selain itu ruang lingkup ekonomi tidak sebatas hanya kebutuhan barang, jasa, permintaan ataupun penawaran. Banyak perilaku-perilaku yang terdapat pada ruang lingkup Ekonomi, yaitu perilaku konsumen dan perilaku produsen.

Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.

Biasanya perilaku konsumen berfikir untuk membeli barang yang akan di belinya. Dan biasanya sering diambil keputusan untuk membeli barang tersebut. Jika barang yang akan dibeli murah, keputusa yang akan diambil dengan mudah. Jika barang tersebut dijual dengan harga yang mahal. Maka keputusan diambil dengan pikiran yang matang.

Proses pengambilan keputusan pembelian
  1. Pengenalan masalah : Konsumen akan membeli suatu produk dan mencari solusinya. Jika konsumen tidak tahu pengenalan masalah tersebut. Maka barang tidak akan di beli.
  2. Pencarian informasi : Konsumen akan mencari informasi mengenai barang yang akan dibelinya. Baik itu melalui memori konsmen tersebut, ataupun pengalaman orang lain.
  3. Mengevaluasi alternative : setelah konsumen mengetahui informasi dan pemecahan masalah barang yang akan dibelinya, konsumen akan mengevaluasi secara alternative barang yang akan di belinya
  4. Keputusan pembelian : Setelah konsumen mengevaluasi beberapa alternatif startegis yang ada, konsumen akan membuat keputusan pembelian. Terkadang waktu yang dibutuhkan antara membuat keputusan pembelian dengan menciptakan pembelian yang aktual tidak sama dikarenakan adanya hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan.
  5. Evaluasi pasca pembelian : merupakan proses evaluasi yang dilakukan konsumen tidak hanya berakhir pada tahap pembuatan keputusan pembelian. Setelah membeli produk tersebut, konsumen akan melakukan evaluasi apakah produk tersebut sesuai dengan harapannya. Dalam hal ini, terjadi kepuasan dan ketidakpuasan konsumen. Konsumen akan puas jika produk tersebut sesuai dengan harapannya dan selanjutnya akan meningkatkan permintaan akan merk produk tersebut pada masa depan. Sebaliknya, konsumen akan merasa tidak puas jika produk tersebut tidak sesuai dengan harapannya dan hal ini akan menurunkan permintaan konsumen pada masa depan.

    Banyak pendekatan-pendekatan yang diteliti mengenai perilaku konsumen dalam bidang studi, disini terdapat 3 pendekatan umum, yaitu:
    • Pendekatan interpretif adalah pendeketan yang menggali secara mendalam tentang perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya. Tujuannya untuk memahami apakah makna produk dan jasa bagi konsumen dan apa yang dirasakan konsumen pada saat membelinya
    • Pendeketan tradisional adalah pendekatan yang didasari dari ilmu psikologi, kognitif,  sosial, dan behaviorial serta dari ilmu sosiologi. Tujuannya didasari untuk mengembangkan teori dan metode tentang perilaku tentang pembuatan keputusan konsumen.
    • Pendekatan sains maketing adalah pendekatan dengan menggunakan ilmu ekonomi dan statistika. Pendekatan ini dilakukan dengan mengembangkan dan menguji coba model matematika berdasarkan hirerarki manusia. Menurut Abraham Maslow untuk memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan pola konsumsi, yang dikenal dengan sebutan moving rate analysis.

    Selain pendekatan dala bidang study, terdapat pendekatan-pendekatan lain yang sering digunakan untuk menjelaskan terbentuknya fungsi permintaan konsumen, yaitu

    1. Pendekatan cardinal : Pendekatan ini berpengaruh pada subjek, artinya daya guna dapat diukur dengan satuan uang atau utilitas, dan tinggi rendahnya nilai. Pendekatan ini beragumen bahwa semakin berguna barang dari seseorang, semakin diminati oleh konsumen. Asumsi pendekatan ini adalah 
    • Konsumen rasional, artinya konsumen bertujuan memaksimalkan kepuasannya dengan batasan pendapatannya.
    • Diminishing Marginal Utility, artinya tambahan utilitas yang diperoleh konsumen makin menurun dengan bertambahnya konsumsi dari komoditas tersebut.
    • Pendapatan konsumen tetap.
    • Uang mempunyai nilai subjektif tetap.
    • Total utility adalah additive dan independent. Additive artinya daya guna dari sekumpulan barang adalah fungsi dari kuantitas masing – masing barang yang dikonsumsi. Sedangkan independent berarti bahwa daya guna X1 tidak dipengaruhi oleh tindakan mengkonsumsi barang X2, X3, X4, …, Xn dan sebaliknya.
    2. Pendekatan ordinal: dalam pendekatan ini nilai subjek suatu barang bukan erupakan tolak ukur. Tetapi hanya cukup diketahui pakah konsumen mampu membuat urutan tinggi rendahnya daya guna yang diperoleh dari mengkonsumsi sekelompok barang. Asumsi pendekatan ini adalah: 
    • Konsumen rasional
    • Konsumen mempunyai pola preferensi terhadap barang yang disusun berdasarkan urutan besar kecilnya daya guna.
    • Konsumen mempunyai sejumlah uang tertentu
    • Konsumen selalu berusaha mencapai kepuasan maksimum
    • Konsumen konsisten, artinya bila barang A lebih dipilih daripada barang B karena A lebih disukai daripada B, tidak berlaku sebaliknya.
    • Berlaku hukum transitif, artinya bila barang A lebih disukai daripada B, dan B lebih disukai daripada C, maka A lebih disukai daripada C.
     Itulah pendekatan-pendekatan perilaku konsumen. Selain pendekatan-pendekatan tersebut, terdapat konsep-konsep perilaku konsumen, yaitu konsep elastisitas. Kita akan membahas apakah itu konsep dari elastisitas dan jenis-jenis dari konsep elastisitas tersebut.

    Konsep elastisitas adalah suatu pengertian yang menggambarkan derajat kepekaan/respon dari jumlah barang yang diminta/ ditawarkan akibat perubahan faktor yang mempengaruhinya. Konsep ini dapat digunakan pada permintaan dan penawaran jika harga permintaan dan penawaran tersebut berubah. Selain itu konsep elastisitas juga dapat digunakan untuk keseimbangan harga yang mempengaruhi kurva demand dan kurva supply.

    Terdapat 3 jenis dari elastisitas, yaitu:
    1. Elastisitas permintaan dan harga permintaan
    2. Elastisitas silang
    3. Elastisitas pendapatan

    1. Elastisitas perimintaan dan harga permintaan 

    Elastisitas harga permintaan adalah derajat kepekaan/ respon jumlah permintaan akibat perubahan harga barang tersebut atau dengan kata lain merupakan perbadingan daripada persentasi perubahan jumlah barang yang diminta dengan prosentase perubahan pada harga di pasar, sesuai dengan hukum permintaan, dimana jika harga naik, maka kuantitas barang turun Dan sebaliknya.
    Sedangkan tanda elastisitas selalu negatif, karena sifat hubungan yang berlawanan tadi, maka disepakati bahwa elastisitas harga ini benar indeksnya/koefisiennya dapat kurang dair, dama dengan lebih besar dari satu Dan merupakan angka mutlak (absolute), sehingga permintaannya dapat dikatakan :
              1.Tidak elastisitas (in elastic)
              2.Unitari (unity) dan
              3.Elastis (elastic)

    2. Elastisitas silang

    Permintaan konsumen terhadap suatu barang tidak hanya tergantung pada harga barang tersebut. Tetapi juga pada preferensi konsumen, harga barang subsitusi dan komplementer Dan juga pendapatan.
    Para ahli ekonomi mencoba mengukur respon/reaksi permintaan terhadap harga yang berhubungan dengan barang tersebut, disebut dengan elastisitas silang (Cross Price Elasticity of demand)

    Perubahan harga suatu barang akan mengakibatkan pergeseran permintaan kepada produk lain, maka elastisitas silang (Exy) adalah merupakan persentase perubahan permintaan dari barang X dibagi dengan persentase perubahan harga dari barang Y

     Apabila hubungan kedua barang tersebut (X dan Y) bersifat komplementer (pelengkap) terhadap barang lain itu, maka tanda elastisitas silangnya adalah negatif, misalnya  kenaikan harga tinta akan mengakibatkan penurunan permintaan terhadap pena.

    Apabila barang lain tersebut bersifat substitusi (pengganti) maka tanda elastisitas silangnya adalah positif, misalnya kenaikan harga daging ayam akan mengakibatkan kenaikan jumlah permintaan terhadap daging sapi Dan sebaliknya.

    3. Elastisitas pendapatan

    Suatu perubahan (peningkatan/penurunan) daripada pendapatan konsumer akan berpengaruh terhadap permintaan berbagai barang, besarnya pengaruh perobahan tersebut diukur dengan apa yang disebut elastisitas pendapatan.







Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_konsumen 

http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_konsumen#Pendekatan_dalam_meneliti_perilaku_konsumen
http://y4zmanies.wordpress.com/2010/05/06/pendekatan-perilaku-konsumen/ 
http://faizulmubarak.wordpress.com/2009/11/04/bab-iii-konsep-elastisitas-penawaran-dan-permintaan/

Senin, 12 Maret 2012

PENAWARAN DAN PERMINTAAN

Penawaran dan permintaan sangat berpengaruh dalam kegiatan ekonomi. Penawaran dan permintaan umumnya terjadi pada proses jual beli di pasaran. Dan biasanya penawaran dan permintaan jadi kuantitas pada harga barang di pasaran. Karena adanya penawaran dan permintaan bisa menyimbangan harga kuantitas barang yang di jual di pasaran. Jadi inti dari penawaran dan permintaan ini bisa menjadi tolak ukur untuk menciptakan suatu pasar yang kompetitif, baik mengenai harganya maupun minat pembeli untuk membeli barang yang di tawarkan.

  1. Pengertian penawaran

Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang tersedia dan dapat dijual oleh penjual pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu. Beberapa faktor yang mempengaruhi penawaran:
  • Harga barang itu sendiri
  • Harga barang yang berkaitan
  • Tingkat produksi
  • Ekspetasi/perkiraan
Dari keempat faktor diatas bisa disimpulkan dengan hukum penawaran bahwa semakin tinggi harga barang maka semakin rendah penawaran, semakin rendah harga suatu barang semakin tinggi penawaran. Dan hal ini merupakan hukum dari penawaran.

Dalam ilmu ekonomi, untuk melihat suatu penawaran di butuhkan suatu KURVA PENAWARAN. Hal ini sangat berguna untuk melihat minat seorang konsumen terhadap suatu barang. Berikut adalah contoh dari kurva penawaran tersebut.



Dari gambar kurva diatas dapat kita lihat Kalau penawaran bertambah diakibatkan oleh faktor-faktor di luar harga, maka supply bergeser ke kiri atas. - Kalau berkurang kurva supply bergeser ke kiri atas - Terbentuknya harga pasar ditentukan oleh mekanisme pasar.
Itulah contoh dari kurva permintaan, jadi kurva ini sangat bermanfaat untuk mengetahui mintat konsumen terhadap barang.

Selain kurva penawaran terdapat juga teori penawaran. fungsi dari teori penawaran ini adalah untuk menerangkan sifat si penjual dalam menjual barangnya.

  2. Pengertian permintaan 

Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli oleh konsumen, pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu. Beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan :
  • Harga barang itu sendiri.
  • Harga barang lain yang berkaitan
  • Tingkat pendapatan.
  • Selera konsumen
  • Ekspektasi/perkiraan.
Permintaan sangat berpengaruh terhadap permintaan konsumen kepada produsen karena akan minat konsumen tersebut. Disini hukum permintaan berbanding terbalik antara barang yang diminta dengan harga barang tersebut. Maksudnya adalah ketika harga barang tersebut naik, maka permintaan akan barang tersebut turun, jika harga barang tersebut turun maka permintaan akan naik. 
Hal tersebut tidak bisa dipungkiri lagi, karena hukum tersebut sangat berpengaruh kepada keadaan ekonomi konsumen.

Permintaan juga mengenal kurva. Tetapi kurva disini berbeda dengan kurva pada penawaran. Kurva permintaan membahas hubungan antara barang dengan jumlah barang yang diminati seorang pembeli. Kurva permintaan berbagai jenis barang pada umumnya menurun dari kiri ke kanan bawah (Berbeda dengan kurva penawaran yang bergeser dari kiri ke atas).
Teori permintaan juga berbanding terbalik dengan teori penawaran. hal ini disebabkan karena teori penawaran yang fokus terhadap permintaan suatu barang dan berbanding lurus dengan harga yang di tawarkan. Maksudnya adalah jika permintaan barang tersebut naik, maka harga barang tersebut akan naik, sebaliknya jika permintaan akan barang tersebut turun, maka harga barang tersebut ikut turun.
 

Sumber : 

1. http://id.wikipedia.org/wiki/Penawaran_dan_permintaan

2. http://broncu.blogspot.com/2010/03/ruang-lingkup-ekonomi.html

RUANG LINGKUP EKONOMI

Di dalam kehidupan kita tidak lepas dari Ekonomi. Ekonomi sangat penting bagi kehidupan kita. Karena tanpa adanya ekonomi, tidak akan ada namanya proses jual-beli, baik itu sandang, pangan ataupun papan. 

Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa. Istilah "ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani οἶκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos), atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja. Banyak perusahaan-perusahaan yang membutuhkan karyawan/pekerjanya yang pintar dalam ilmu ekonomi. Hal ini karena ekonomi itu sendiri mempunyai ruang lingkup yang sangat besar. Dalam tulisa ini kita akan membahas beberapa ruang lingkup apa saja yang ada di dalam ekonomi.

Di dalam Ekonomi terdapat masalah ekonomi, dan masalah ekonomi terdapat ruang lingkupnya tersendiri, masalah-masalah ekonomi sebagai berikut.
  • Kebutuhan manusia 
Pada dasarnya, manusia bekerja mempunyai tujuan tertentu, yaitu memenuhi kebutuhan. Kebutuhan tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari. selama hidup manusia membutuhkan bermacam-macam kebutuhan, seperti makanan, pakaian, perumahan, pendidikan, dan kesehatan. Kebutuhan dipengaruhi oleh kebudayaan, lingkungan, waktu, dan agama. Semakin tinggi tingkat kebudayaan suatu masyarakat, semakin tinggi / banyak pula macam kebutuhan yang harus dipenuhi. Contohnya kita ingin membeli pakaian, membeli rumah, membeli makanan, membutuhkan dokter bila ita sakit. Hal ini merupakan contoh kecil kebutuhan manusia. Dan untuk memenuhi hal itu semua manusia membutuhkan ekonomi untuk mengapainya.
  • Barang dan jasa
Barang adalah alat/sarana untuk memenuhi kebutuhan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung yang bersifat konkret, sedangkan jasa adalah alat/sarana pemuas kebutuhan manusia yang bersifat abstrak. Misalnya kita ingin membeli sebuah motor secara kredit untuk aktivitas sehari-hari, maka motor disini disebut barang. Dan orang yang memberikan kredit di sebut jasa.
  • Biaya sehari-hari
Biaya sehari-hari adalah biaya yang dikeluarkan untuk memenuhi sehari-hari yang dinyatakan dengan satuan uang. Biaya sehari-hari antara manusia satu dengan manusia yang lain tidak selalu sama, dan tidak semua kebuthan sehari-hari selalu dapat dipenuhi. Hal ini karena keterbatasan/kelangkaan sumber daya alam tersebut.
  • Biaya peluang
Tidak semua kebutuhan terpenuhi maka manusia mencari pilihan yang tepat untuk memenuhi kebutuhannya. Oleh karena adanya pilihan lain inilah terjadi biaya peluang. Biaya peluang adalah biaya yang tidak jadi dikeluarkan/dikorbankan karena seseorang beralih untuk membeli barang yang lain. Di dalam mengalokasikan sumber daya dan barang sebagai alat pemuas kebutuhan harus dilakukan secermat mungkin agar pengalokasian tersebut dapat memenuhi kebutuhan, baik vertikal maupun horizontal.

Selain masalah-masalah ekonomi yang di bahas. Ruang lingkup ekonomi juga membahas masalah kelangkaan.Kelangkaan terjadi penyebab utamanya adalah Sumber daya yang kurang, baik itu sumber daya manusia maupun sumber daya alam.

Itulah sebagian dari ruang lingkup ekonomi, intinya ekonomi itu sangat luas dan sangat berpengaruh dalam kehidupan di dunia.


 

 





Sumber: http://broncu.blogspot.com/2010/03/ruang-lingkup-ekonomi.html 

Selasa, 27 Desember 2011

Perukembangan perusahaan Go Publik dan Perubahan perusahaan karena bangkrut

   Banyak perusahaan yang berdiri di Indonesia, baik perusahaan milik pemerintah (BUMN) maupun swasta. Namun, ada juga perusahaan-perusahaan di Indonesia yang sifatnya GO PUBLIK dan KERJASAMA. Berikut ini kita akan membahas tentang perusahaan yang go publik dan kerjasama.

    Perushaan yang sifatnya GO PUBLIK adalah perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh masyarakat atau saham perusahaan yang dijual kepada investor dan membiarkan saham tersebut di perdagangkan dalam pasar saham. Pasar saham disini misalnya Bursa efek indonesia (BEI). Ada juga yang saham perusahaannya dijual ke masyarakat dengan cara Initial Public Offering (IPO). IPO adalah proses penawaran kepada masyarakat untuk pertama kali. Di Indonesia perusahaan seperti ini mempunyai tambahan singkatan TBK (Terbuka). Manfaat/keuntungan dari perusahaan Go Publik adalah:
  1. Meningkatkan modal pasar perusahaan
  2. Memberikan Likuiditas bagi pemegang saham sendiri
  3. Pemegang saham cenderung menjadi konsumen setia pada produk perusahaan
  4. Memungkinkan untuk pendiri melakukan diversifikasi perusahaan
  5. Memungkinkan masyarakat mengetahui niai perusahaan dan kekuatan tawar menawar saham
  6. Mempermudah usaha pembelian perusahaan lain (Expansi) dengan mencari dana dengan lembaga keuangan lain tanpa melepaskan saham
    Tetapi perlu kita ketahui selain keuntungan yang di tawarkan perusahaan GO PUBLIK, ada juga kerugian dari perusahaan GO PUBLIK, yaitu:
  1. Setiap perusahaan yang go public secara periodik harus membuat laporan
    kepada Bursa Efek Indonesia, bisa saja per kuartal atau tahunan, tentu
    saja untuk membuat laporan tersebut diperlukan biaya.
  2. Semua perusahaan go public pasti transparan dan sangat mudah untuk
    diketahui oleh para kompetitornya dari segi data dan management nya.
  3. Para pemilik perusahaan harus memperhatikan kepentingan bersama para
    pemegang saham, tidak bisa lagi melakukan praktek nepotisme, kecurangan
    dalam pengambilan keputusan dan lainnya, karena perusahaan tersebut
    milik publik
  4. Para pemilik perusahaan harus memperhatikan kepentingan bersama para
    pemegang saham, tidak bisa lagi melakukan praktek nepotisme, kecurangan
    dalam pengambilan keputusan dan lainnya, karena perusahaan tersebut
    milik publik
    Contoh dari perusahan GO PUBLIK misalnya adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), merupakan perusahaan yang bergerak di bidang makanan ini telah mempersiapkan anak usahanya, PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), untuk melaksanakan penawaran saham perdana atau go public.

    Direktur dan Sekretaris Perusahaan Indofood, Werianty Setiawan, dalam keterbukaan informasi, Rabu, mengatakan, perseroan dalam taraf persiapan untuk melakukan penawan saham Indofood CBP. Persiapan rencana penawaran ini dilakukan guna memenuhi persyaratan dalam persetujuan Direktur Jenderal Pajak yang telah dikantongi perseroan atas penggunaan nilai buku dalam rangka pemekaran usaha yang berkaitan dengan divisi Mie Instan dan divisi Bumbu perseroan ke dalam ICBP.

    INDF yang saat ini menguasai 99,99 persen saham Indofood CBP akan menyuntik modal awal sebesar Rp194,16 miliar. Sedangkan sisa sahamnya sebesar 0,01 persen dimiliki oleh PT Prima Intipangan Sejati. Penjualan divisi mie instan ICBP memberikan kontribusi sekitar 33 persen terhadap total penjualan INDF pada kuartal I 2009. Sementara laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) ICBP berkontribusi sekitar 32 persen terhadap EBIT INDF per kuartal I 2009.

   Selain perusahaan yang berkembang ataupun yang berkerjasama, masih ada perusahaan yang mengalami kebangkrutan (pailit). Alasan-alasan perusahaan pailit yaitu:
  1. alasan perusahaan pailit,terkena peringatan berturut-turut,peru-bahan status, penggabungan, peleburan, atau perubahan kepemilikanperusahaan dan pekerja/buruh tidak bersedia melanjutkan hubungan kerja,perusahaan mengalami kerugian secara terus menerus selama 2 (dua) tahun, atau keadaan memaksa (force majeur),pailit : 13 x upah (up.pokok +Tunj.tetap).
  2. Perubahan status, penggabungan, atau peleburan perusahaan, dan pengusaha tidak bersedia menerima pekerja/buruh di perusahaannya, meninggal dunia, usia pensiun : 2 x 13 upah (up.pokok +Tunj.tetap), diluar alasan di atas (termasuk mengundurkan diri), selain ada putusan tetap dari lembaga PPHI tidak mendapatkan pesangon.
    Contohnya adalah anak usaha PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA), yaitu PT Sumber Daya Nusaphala dinyatakan pailit oleh keputusan pengadilan niaga di Pengadilan Negeri, pada 17 Maret 2011.
Perseroan merupakan pemegang saham mayoritas atau sekitar 99% di Sumber Daya Nusaphala.
Sekretaris Perusahaan GPRA Rosihan Saad dalam suratnya yang disampaikan ke BEI Rabu (23/3) menjelaskan walau Sumber Daya Nusaphala dinyatakan pailit namun tidak akan mengganggu kegiatan operasional perseroan.
Rosihan juga menambahkan, putusan tingkat pertama terhadap anak usahanya itu belum memiliki kekuatan hukum tetap. “Perseroan bakal menempuh upaya perdamaian dan upaya hukum kasasi di Mahkamah Agung,” ujarnya.

http://www.kabarsaham.com/2011/anak-usaha-gpra-dinyatakan-pailit-oleh-pengadilan.html

Rabu, 23 November 2011

Pengertian Komunikasi, Motivasi dan kepemimpinan

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melakukan komunikasi, baik dengan orang tua kita, teman kita, dosen/guru kita ataupun bos kita. Komunikasi pasti kita lakukan setiap hari. Sering sekali dalam melakukan komunikasi kita selalu mendengar motivasi dalam komunikasi tersebut, baik motivasi dari sahabat kita ataupun dari orang yang lebih berpengalaman dari kita. Dalam hal ini komunikasi dan motivasi sangat berhubungan erat. Karena motivasi dari orang lain berawal dari komunikasi.

Berbeda dengan motivasi dan komunikasi, kepemimpinan justru berada dalam diri setiap orang masing-masing. Tipe-tipe kepemimpinan pun berbeda. Berikut adalah pengertian dari komunikasi, motivasi dan kepemimpinan.

  • KOMUNIKASI
Kata atau istilah komunikasi (dari bahasa Inggris “communication”),secara etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin communicatus, dan perkataan ini bersumber pada kata communis Dalam kata communis ini memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna.
Dengan kata lain komunikasi adalah suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain". Berikut ini adalah pengertian komunikasi menurut beberpa ahli:
  1. Raymond Ross : Komunikasi adalah proses menyortir, memilih, dan pengiriman simbol-simbol sedemikian rupa agar membantu pendengar membangkitkan respons/ makna dari pemikiran yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh komunikator.
  2. Gerald R. Miller : Komunikasi terjadi saat satu sumber menyampaikan pesan kepada penerima dengan niat sadar untuk mempengaruhi perilaku mereka.
  3.  Everett M. Rogers : Komunikasi adalah proses suatu ide dialihkan dari satu sumber kepada satu atau banyak penerima dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.
  4. Carl I. Hovland : Komunikasi adalah suatu proses yang memungkinkan seseorang menyampaikan rangsangan (biasanya dengan menggunakan lambang verbal) untuk mengubah perilaku orang lain.
  5. New Comb : Komunikasi adalah transmisi informasi yang terdiri dari rangsangan diskriminatif dari sumber kepada penerima.
  6. Bernard Barelson & Garry A. Steiner : Komunikasi adalah proses transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan dan sebagainya dengan menggunakan simbol-simbol, kata-kata, gambar, grafis, angka, dsb.
  7. Colin Cherry : Komunikasi adalah proses dimana pihak-pihak saling menggunakan informasi dengan untuk mencapai tujuan bersama dan komunikasi merupakan kaitan hubungan yang ditimbulkan oleh penerus rangsangan dan pembangkitan balasannya.
  8. Hovland, Janis dan Kelley : Komunikasi merupakan proses individu mengirim rangsangan (stimulus) yang biasanya dalam bentuk verbal untuk mengubah tingkah laku orang lain. Pada definisi ini mereka menganggap komunikasi sebagai suatu proses.
  9. Louis Forsdale : Menurut Forsdale (1981), ahli komunikasi dan pendidikan “communication is the process by which a system is established, maintained and altered by means of shared signals that operate according to rules”. Komunikasi adalah suatu proses dimana suatu sistem dibentuk, dipelihara, dan diubah dengan tujuan bahwa sinyal-sinyal yang dikirimkan dan diterima dilakukan sesuai dengan aturan.
  10. William J. Seller : William J.Seller mengatakan bahwa komunikasi adalah proses dimana simbol verbal dan nonverbal dikirimkan, diterima dan diberi arti.
Tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi juga bisa dipakai dalam jaringan, dalam hal ini adalah jaringan organisasi, berbeda dengan definisi komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Definisi komunikasi organisasi adalah suatu kumpulan atau sistem individual yang berhierarki secara jenjang dan memiliki sistem pembagian tugas untuk mencapai tujuan tertentu.


Fungsi dari komunikasi organisasi ini adalah:
  • Fungsi informatif
Organisasi dipandang sebagai suatu sistem proses informasi. Maksudnya,seluruh anggota dalam suatu organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang lebih banyak, lebih baik,dan lebih tepat.
  • Fungsi regulatif  
Fungsi regulatif ini berkaitan dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam suatu organisasi. Ada dua hal yang berpengaru terhadap fungsi regulatif 
  1. Atasan atau orang yang berada dalam tataran managemen, yaitu mereka memiliki kewenangan untuk mengendalikan semua informasi yang disampaikan. 
  2.  Berkaitan dengan pesan atau message,pesan-pesan regulatif pada dasarnya berorientasi pada kerja
  •  Fungsi persuasif
Dalam mengatur suatu organisasi, kekuasaan dan kewenangan tidak akan selalu membawa hasil sesuai dengan yang diharapkan. Adanya kenyataan ini, maka banyak pimpinan lebih suka memersuasi bawahanya dari pada memberi perintah
  •  Fungsi integratif
Setiap organisasi berusaha menyediakan saluran yang memungkinkan karyawan dapat melaksanakan tugas atau pekerjaan dengan baik.

Pada dasarnya struktur dari jaringan komunikasi organisasi adalah:
  • Model rantai
Metode jaringan komunikasi di sini terdapat lima tingkatan dalam jenjang hirarkisnya dan hanya dikenal komunikasi sistem arus ke atas (upward) dan ke bawah (downward), yang artinya menganut hubungan komunikasi garis langsung (komando) baik ke atas atau ke bawah tanpa terjadinya suatu penyimpangan.
  • Model Roda
Sistem jaringan komunikasi di sini, semua laporan, instruksi perintah kerja dan kepengawasan terpusat satu orang yang memimpin empat bawahan atau lebih, dan antara bawahan tidak terjadi interaksi (komunikasi sesamanya).
  • Model Lingkaran 
Model jaringan komunikasi lingkaran ini, pada semua anggota/staff bisa terjadi interaksi pada setiap tiga tingkatan hirarkinya tetapi tanpa ada kelanjutannya pada tingkat yang lebih tinggi, dan hanya terbatas pada setiap level.
  •  Model Saluran Bebas/Semua Saluran
Model jaringan komunikasi sistem ini, adalah pengembangan model lingkaran, di mana dari semua tiga level tersebut dapat melakukan interaksi secara timbal balik tanpa menganut siapa yang menjadi tokoh sentralnya.
  • Model Huruf ‘Y’
Model jaringan komunikasi dalam organisasi di sini, tidak jauh berbeda dengan model rantai, yaitu terdapat empat level jenjang hirarkinya,  satu supervisor mempunyai dua bawahan dan dua atasan mungkin yang berbeda divisi/departemen.

Jadi Komunikasi  tidak sebatas dalam percakapan sehari-hari saja, dapat disimpulkan bahwa komunikasi itu luas luang lingkupnya.

  • MOTIVASI
Perkataan MOTIVASI adalah berasal daripada perkataan Bahasa Inggris "MOTIVATION". Perkataan asalnya ialah "MOTIVE" yang juga telah dipinjam oleh Bahasa Melayu / Bahasa Malaysia kepada MOTIF, yakni bermaksud TUJUAN. Di dalam surat khabar, kerap pemberita menulis ayat "motif pembunuhan". Perkataan motif disini boleh kita fahami sebagai sebab atau tujuan yang mendorong sesuatu pembunuhan itu dilakukan. Jadi, ringkasnya, oleh kerana perkataan motivasi adalah bermaksud sebab, tujuan atau pendorong, maka tujuan seseorang itulah sebenarnya yang menjadi penggerak utama baginya berusaha keras mencapai atau mendapat apa juga yang diinginkannya

Tidak hanya dalam pengertian, dalam motivasi terdapat beberapa jenis-jenis dari motivasi tersebut, yaitu:
  • Motivasi Intristik
Motivasi yang berasal dari dalam diri siswa/orang itu sendiri. Misalnya jika seorang siswa ingin mendapatkan nilai yang bagus, maka di dalam dirinya terdapat motivasi agar dia mendapatkan nilai bagus tersebut.
  • Motivasi Ekstrinsik
Motivasi : Dorongan yang ada pada diri seseorang untuk melakukan suatu tindakan atau perbuatan. Namun dorongan tersebut datang dari luar individu yang bersangkutan. Jadi orang itu dirangsang dari luar.
Motivasi seperti ini perlu diterapkan oleh sekolah karena dalam interaksi belajar mengajar siswa kadang sering tidak menaruh minat dan perhatian terhadap suatu kegiatan yang sedang berlangsung. Oleh sebab itu di dalam kegiatan interaksi belajar, guru dalam hal ini memegang peranan sangat penting dalam upaya menumbuhkan serta meningkatkan motivasi ekstrinsik siswa secara menyeluruh. Dengan demikian siswa akan lebih aktif berperan serta berpartisipasi positif di dalam kegiatan pembelajaran yang sedang berlangsung.
Mengingat motivasi ekstrinsik ini terjadi karena rangsangan dan pengaruh dari luar diri siswa. Maka guru selayaknya untuk selalu memanfaatkan media dan model pembelajaran yang bervariasi dalam kegiatan belajar mengajar.
Dengan demikian jelas siswa akan lebih tumbuh serta berkembang dalam upayanya mencapai tujuan pembelajaran. Tanpa dibarengi usaha guru yang keras, maka kegiatan belajar mengajar hanya berlangsung jika guru selalu tatap muka, selebihnya siswa akan selalu bersikap pasif. 
Selain itu kita juga harus mempunyai seseorang yang mampu memotivasi kita dari luar, agar kita mengerti bagaimana kita harus hidup



  • KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan dalam organisasi adalah  yang mana mempunyai tugas bagaimana kita bisa menjadikan sebuah organisasi itu menjadi suatu yang solid. Jadi setiap organisasi yang didirikan harus mempunya pemimpin yang bisa menjadikan organisasi tersebut berkembang, pemimpin dan kepemimpinan tidak dapat dipisahkan secara struktural maupun fungsional.
 
Selain itu setiap pemimpin dalam suatu organisasi mempunyai beberapa tipe, yaitu:
  • Tipe Otokratik
    Semua ilmuan yang berusaha memahami segi kepemimpinan otokratik mengatakan bahwa pemimpin yang tergolong otokratik dipandang sebagai karakteritik yang negatif.

    Dilihat dari persepsinya seorang pemimpin yang otokratik adalah seseorang yang sangat egois. Seorang pemimpin yang otoriter akan menujukan sikap yang menonjolkan “keakuannya”, antara lain dalam bentuk :



  • kecenderungan memperlakukan para bawahannya sama dengan alat-alat lain dalam organisasi, seperti mesin, dan dengan demikian kurang menghargai harkat dan martabat mereka
  • pengutmaan orientasi terhadap pelaksanaan dan penyelesaian tugas tanpa mengkaitkan pelaksanaan tugas itu dengan kepentingan dan kebutuhan para bawahannya.
  • Pengabaian peranan para bawahan dalam proses pengambilan keputusan.

    • Gaya kepemimpinan yang dipergunakan pemimpin yang otokratik antara lain:
    • menuntut ketaatan penuh dari para bawahannya
    • dalam menegakkan disiplin menunjukkan keakuannya
    • bernada keras dalam pemberian perintah atau instruksi
    • menggunakan pendekatan punitif dalamhal terhadinya penyimpangan oleh bawahan.
    Dalam hal ini pemimpin yang mempunya sifat otokratik berati dia mempunyai sifat yang otoriter. Dan sifat otoriter itu adalah sifat yang egois. Jika pemimpin seperti ini mempunya sifat yang demikian maka organisasi pasti akan berjalan buruk.
    • Tipe Paternalistik
      Tipe pemimpin paternalistik hanya terdapat di lingkungan masyarakat yang bersifat tradisional, umumnya dimasyarakat agraris. Salah satu ciri utama masuarakat tradisional ialah rasa hormat yang tinggi yang ditujukan oleh para anggiota masyarakat kepada orang tua atau seseorang yang dituakan.

      Pemimpin seperti ini kebapakan, sebagai tauladan atau panutan masyarakat. Biasanya tokoh-toko adat, para ulama dan guru. Pemimpin ini sangat mengembangkan sikap kebersamaan. Banyak pemimpin-pemimpin yang seperti ini di Indonesia, karena Indonesia mempunyai budaya dan suku bangsa yang berbeda-beda.
    • Tipe Kharismatik  
    Tidak banyak hal yang dapat disimak dari literatur yang ada tentang kriteria kepemimpinan yang kharismatik. Memang ada karakteristiknya yang khas yaitu daya tariknya yang sangat memikat sehingga mampu memperoleh pengikut yang jumlahnya kadang-kadang sangat besar. Tegasnya seorang pemimpin yang kharismatik adalah seseorang yang dikagumi oleh banyak pengikut meskipun para pengikut tersebut tidak selalu dapat menjelaskan secara konkret mengapa orang tersebut dikagumi.
    Di Indonesia pemimpin yang kharismatik seperti ini adalah Bung Karno. Karena beliau mampu menghipnotis semua rakyat Indonesia untuk bersatu memerdekakan bangsa Indonesia 
    •  Tipe Laissez Faire
    Pemimpin ini berpandangan bahwa umumnya organisasi akan berjalan lancar dengan sendirinya karena para anggota organisasi terdiri dari orang-orang yang sudah dewasa yang mengetahui apa yang menjadi tujuan organisasi, sasaran-sasaran apa yang ingin dicapai, tugas apa yang harus ditunaikan oleh masing-masing anggota dan pemimpin tidak terlalu sering intervensi.

























    Rabu, 09 November 2011

    KONTEKS KONFLIK DALAM ORGANISASI BESERTA FAKTOR DAN PENANGANANNYA

    Setiap Organisasi yang ada, pasti pernah mengalami konflik. Konflik tersebut bisa berupa konflik internal, eksternal atau antar individu. Setiap konflik yang terjadi bisa saja menghancurkan organisasi tersebut, jika konflik yang terjadi tidak dapat di selesaikan.

    Sebelum kita membahas lebih jauh tentang konflik terhadap organisasi. Kita akan membahas apa arti dari konflik itu sendiri. Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
    Nah, dari pengertian konflik tersebut bisa saja konflik yang terjadi bisa menghancurkan organisasi, karena bisa saja 1 individu berusaha menyingkirkan individu lain di dalam suatu organisasi, sedangkan kita tahu bahwa setiap individu di dalam organisasi harus mempunya tujuan yang sama, bukan saling menjatuhkan atau saling menghancurkan. 

    Berikut ini pengertian konflik menurut beberapa para ahli.
    • Robbin (1996: 431) mengatakan konflik dalam organisasi disebut sebagai The Conflict Paradoks, yaitu pandangan bahwa di sisi konflik dianggap dapat meningkatkan kinerja kelompok, tetapi di sisi lain kebanyakan kelompok dan organisasi berusaha untuk meminimalisasikan konflik. Pandangan ini dibagi menjadi tiga bagian, antara lain:
    1. Pandangan tradisional. Pandangan tradisional menganggap bahwa konflik dapat dihindari. Hal ini disebabkan konflik dapat mengacaukan organisasi dan mencegah pencapaian tujuan yang optimal. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan yang optimal, konflik harus dihilangkan. Konflik biasanya disebabkan oleh kesalahan manajer dalam merancang dan memimpin organisasi. Dikarenakan kesalahan ini, manajer sebagai pihak manajemen bertugas meminimalisasikan konflik.
    2. Pandangan modern. Konflik tidak dapat dihindari. Hal ini disebabkan banyak faktor, antara lain struktur organisasi, perbedaan tujuan, persepsi, nilai – nilai, dan sebagainya. Konflik dapat mengurangi kinerja organisasi dalam berbagai tingkatan. Jika terjadi konflik, manajer sebagai pihak manajemen bertugas mengelola konflik sehingga tercipta kinerja yang optimal untuk mencapai tujuan bersama. 
    • (Myers, 1993:234) konflik dipahami berdasarkan dua sudut pandang, yaitu: tradisional dan kontemporer 
      1. Dalam pandangan tradisional, konflik dianggap sebagai sesuatu yang buruk yang harus dihindari. Pandangan ini sangat menghindari adanya konflik karena dinilai sebagai faktor penyebab pecahnya suatu kelompok atau organisasi. Bahkan seringkali konflik dikaitkan dengan kemarahan, agresivitas, dan pertentangan baik secara fisik maupun dengan kata-kata kasar. Apabila telah terjadi konflik, pasti akan menimbulkan sikap emosi dari tiap orang di kelompok atau organisasi itu sehingga akan menimbulkan konflik yang lebih besar. Oleh karena itu, menurut pandangan tradisional, konflik haruslah dihindari.
      2. Pandangan kontemporer mengenai konflik didasarkan pada anggapan bahwa konflik merupakan sesuatu yang tidak dapat dielakkan sebagai konsekuensi logis interaksi manusia. Namun, yang menjadi persoalan adalah bukan bagaimana meredam konflik, tapi bagaimana menanganinya secara tepat sehingga tidak merusak hubungan antarpribadi bahkan merusak tujuan organisasi. Konflik dianggap sebagai suatu hal yang wajar di dalam organisasi. Konflik bukan dijadikan suatu hal yang destruktif, melainkan harus dijadikan suatu hal konstruktif untuk membangun organisasi tersebut, misalnnya bagaimana cara peningkatan kinerja organisasi.
       
    Kita telah melihat pandangan konflik menurut beberapa ahli. Dalam setiap konflik pasti ada beberapa faktor-faktor tertentu yang menyebabkan terjadinya konflik tersebut:
    • Perbedaan Individu 
    Setiap individu di dalam organisasi pasti mempunyai pola pikir yang berbeda-beda. Misalnya si A ingin bekerjasama dengan organisasi yang lain, sedangkan si B tidak mau bekerjasama. Hal ini akan menyebabkan terjadinya konflik antara si A dan B, karena si A dan si B mempunyai pola pikir yang sangat berbeda.
    • Faktor Komunikasi
    Salah pengertian yang berkenaan dengan kalimat, bahasa yang sulit dimengerti, atau informasi yang mendua dan tidak lengkap, serta gaya individu manajer yang tidak konsisten.Tetapi faktor seperti ini jarang sekai bermunculan, karena teknologi yang sudah berkembang mengaibatkan komunikasi dalam organisasi bisa berjalan lebih baik.
    • Faktor Struktur
    Pertarungan antara departemen, sistem penilaian yang bertentangan, persaingan memperebutkan sumber daya yang terbatas, saling ketergantungan dua atau lebih kelompok. Biasa nya konflik ini di luar dari organisasi (konflik eksternal).
    • Faktor Pribadi
    Ketidak sesuaian tujuan atau nilai-nilai sosial pribadi karyawan dengan perilaku yang diperankan pada jabatan mereka, dan perbedaan-perbedaan dalam nilai-nilai dan persepsi. Konflik ini sama halnya dengan konflik individu

    Dalam organisasi, banyak sekali faktor-faktor yang menyebabkan konfliknya organisasi, namun dalam konflik tersebut, dapat kita tangani dengan Teori structural yang menerangkan bahwa strategi manajemen konflik memerlukan perubahan kondisi organisasi pihak tersebut secara mendasar. Kepentingan yang divergen sangat sulit untuk dijembatani. Jadi dibutuhkan manajemen kusus untuk menghindari konflik di dalam organisasi tersebut

    Sementara itu, Teori psychocultural, menekankan dalam manajemen konflik memfokuskan pada proses yang dapat mengubah persepsi atau mempengaruhi hubungan antara pihak-pihak kunci. Dalam pandangan teori ini kepentingan lebih bersifat subjektif dan dapat berubah dibanding dalam pandangan teori struktural.