Welcome

WELCOME TO MY BLOGS

Senin, 15 April 2013

PENALARAN DEDUKTIF


Penalaran Deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus.
Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional,instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahuluharus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian dilapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakankata kunci untuk memahami suatu gejala.Contoh : yaitu sebuah sistem generalisasi.
Laptop adalah barang eletronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi, DVD Player adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi.
Generalisasi : semua barang elektronik membutuhkan daya listrik untuk beroperasi.
Pengertian Premis Mayor dan Premis Minor
Premis mayor adalah pernyataan umum, sementara premis minor artinya pernyataan khusus. Proses itu dikenal dengan istilah silogisme. Silogisme merupakan proses penalaran di mana dari dua proposisi (sebagai premis) ditarik suatu proposisi baru (berupa konklusi). Misalnya : “Semua orang akhirnya akan mati” (premis mayor). Hasan adalah orang (premis minor). Oleh karena itu, “Hasan akhirnya juga akan mati” (kesimpulan). Jadi, berfikir deduktif adalah berfikir dari yang umum ke yang khusus, dari yang abstrak ke yang konkrit, dari teori ke fakta-fakta.
Faktor – faktor penalaran deduktif, antara lain :
  1. Terdapat pada kalimat utama Penjelasannya berupa hal-hal yang umum
  2.   Kebenarannya jelas dan nyata
Variabel pada penalaran deduktif :
1.      Silogisme kategorial
2.      Silogisme hipotesis
3.      Silogisme Disyungtif
1. Silogisme Katagorial
Silogisme Katagorik adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan katagorik. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan dengan premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan diantara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term).
o Contoh :
Semua Tanaman membutuhkan air (premis mayor)
……………….M……………..P
Akasia adalah Tanaman (premis minor)
….S……………………..M
Akasia membutuhkan air (konklusi)
….S……………..P
(S = Subjek, P = Predikat, dan M = Middle term)
Hukum-hukum Silogisme Katagorial
o Apabila dalam satu premis partikular, kesimpulan harus parti¬kular juga, seperti:
Semua yang halal dimakan menyehatkan
Sebagian makanan tidak menyehatkan,
Jadi Sebagian makanan tidak halal dimakan
(Kesimpulan tidak boleh: Semua makanan tidak halal
dimakan).
o Apabila salah satu premis negatif, kesimpulan harus negatif juga, seperti:
Semua korupsi tidak disenangi.
Sebagian pejabat adalah korupsi, jadi
Sebagian pejabat tidak disenangi.
(Kesimpulan tidak boleh: Sebagian pejabat disenangi)
1) Dari dua premis yang sama-sama negatit, tidak mendapat kesimpulan apa pun, karena tidak ada mata rantai ya hubungkan kedua proposisi premisnya. Kesimpul diambil bila sedikitnya salah satu premisnya positif. Kesimpulan yang ditarik dari dua premis negatif adalah tidak sah.
Kerbau bukan bunga mawar.
Kucing bukan bunga mawar.
….. (Tidak ada kesimpulan) Tidak satu pun drama yang baik mudah dipertunjukk Tidak satu pun drama Shakespeare mudah dipertunju Jadi: Semua drama Shakespeare adalah baik. (Kesimpulan tidak sah)
2) Paling tidak salah satu dari term penengah haru: (mencakup). Dari dua premis yang term penengahnya tidak ten menghasilkan kesimpulan yang salah, seperti:
Semua ikan berdarah dingin.
Binatang ini berdarah dingin
Jadi: Binatang ini adalah ikan.
(Padahal bisa juga binatang melata)
3) Term-predikat dalam kesimpulan harus konsisten dengan term redikat yang ada pada premisnya. Bila tidak, kesimpulan lenjadi salah, seperti
Kerbau adalah binatang.
Kambing bukan kerbau.
Jadi: Kambing bukan binatang.
(‘Binatang’ pada konklusi merupakan term negatif sedang- kan pada premis adalah positif)
4) Term penengah harus bermakna sama, baik dalam premis layor maupun premis minor. Bila term penengah bermakna mda kesimpulan menjadi lain, seperti:
Bulan itu bersinar di langit.
Januari adalah bulan.
Jadi: Januari bersinar di langit.
(Bulan pada premis minor adalah nama dari ukuran waktu
yang panjangnya 31 hari, sedangkan pada premis mayor
berarti planet yang mengelilingi bumi).
5) Silogisme harus terdiri tiga term, yaitu term subjek, preidkat, dan term menengah ( middle term ), begitu juga jika terdiri dari dua atau lebih dari tiga term tidak bisa diturunkan komklsinya.
2. Silogisme Hipotetis
o Silogisme Hipotetis adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetis, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik.
o Ada 4 (empat) macam tipe silogisme hipotetis :
1. Silogisme hipotetis yang premis minornya mengakui bagian antecedent, seperti:
Jika hujan, saya naik becak.
Sekarang hujan.
Jadi saya naik becak.
2. Silogisme hipotetis yang premis minornya mengakui bagiar konsekuennya, seperti:
Bila hujan, bumi akan basah.
Sekarang bumi telah basah.
Jadi hujan telah turun.
3. Silogisme hipotetis yang premis minornya mengingkari antecedent, seperti:
Jika politik pemerintah dilaksanakan dengan paksa, maka
kegelisahan akan timbul.
Politik pemerintahan tidak dilaksanakan dengan paksa,
Jadi kegelisahan tidak akan timbul.
4. Silogisme hipotetis yang premis minornya mengingkari bagian konsekuennya, seperti:
Bila mahasiswa turun ke jalanan, pihak penguasa akan gelisah Pihak penguasa tidak gelisah.
Jadi mahasiswa tidak turun ke jalanan.
Hukum-hukum Silogisme Hipotetis
Mengambil konklusi dari silogisme hipotetis jauh lebih mudah dibanding dengan silogisme kategorik. Tetapi yang penting di sini dalah menentukan ‘kebenaran konklusinya bila premis-premisnya merupakan pernyataan yang benar.
Bila antecedent kita lambangkan dengan A dan konsekuen .engan B, jadwal hukum silogisme hipotetis adalah:
1) Bila A terlaksana maka B juga terlaksana.
2) Bila A tidak terlaksana maka B tidak terlaksana. (tidak sah = salah)
3) Bila B terlaksana, maka A terlaksana. (tidak sah = salah)
4) Bila B tidak terlaksana maka A tidak terlaksana.
Kebenaran hukum di atas menjadi jelas dengan penyelidikan
  1. Silogisme Disyungtif
o Silogisme Disyungtif adalah silogisme yang premis mayornya keputusan disyungtif sedangkan premis minornya kategorik yang mengakui atau mengingkari salah satu alternatif yang disebut oleh premis mayor.Seperti pada silogisme hipotetik istilah premis mayor dan premis minor adalah secara analog bukan yang semestinya.
o Silogisme ini ada dua macam, silogisme disyungtif dalam arti sempit dan silogisme disyungtif dalam arti luas. Silogisme disyungtif dalam arti sempit mayornya mempunyai alternatif kontradiktif, seperti:
la lulus atau tidak lulus.
Ternyata ia lulus, jadi
la bukan tidak lulus.
o Silogisme disyungtif dalam arti luas premis mayomya mempunyai alternatif bukan kontradiktif, seperti:
Hasan di rumah atau di pasar.
Ternyata tidak di rumah.
Jadi di pasar.
o Silogisme disyungtif dalam arti sempit maupun arti luas mempunyai dua tipe yaitu:
1) Premis minornya mengingkari salah satu alternatif, konklusi-nya adalah mengakui alternatif yang lain, seperti:
la berada di luar atau di dalam.
Ternyata tidak berada di luar.
Jadi ia berada di dalam.
Ia berada di luar atau di dalam.
ternyata tidak berada di dalam.
Jadi ia berada di luar.
2) Premis minor mengakui salah satu alternatif, kesimpulannya adalah mengingkari alternatif yang lain, seperti:
Budi di masjid atau di sekolah.
la berada di masjid.
Jadi ia tidak berada di sekolah.
Budi di masjid atau di sekolah.
la berada di sekolah.
Jadi ia tidak berada di masjid.
o Hukum-hukum Silogisme Disyungtif
1. Silogisme disyungtif dalam arti sempit, konklusi yang dihasilkan selalu benar, apabila prosedur penyimpulannya valid, seperti :
2. Silogisme disyungtif dalam arti luas, kebenaran koi adalah sebagai berikut:
a. Bila premis minor mengakui salah satu alterna konklusinya sah (benar), seperti:
Budi menjadi guru atau pelaut.
la adalah guru.
Jadi bukan pelaut
Budi menjadi guru atau pelaut.
la adalah pelaut.
Jadi bukan guru
b. Bila premis minor mengingkari salah satu a konklusinya tidak sah (salah).
  • · ENTIMEN
o Merupakan silogisme yang salah satu proposisinya dihilangkan tetapi proposisi tersebut dianggap ada dalam pikiran dan dianggap oleh orang lain.
o Entimen pada dasarnya adalah silogisme
o Contoh :
Premis mayor (MY) : manusia mahluk rasional
Premis minor (MN) : kucing bukan manusia
Kesimpulan (K) : kucing tidak rasional
My : setiap manusia pernah lupa
Mn : mahasiswa adalah manusia
K : mahasiswa pernah lupa
Dapat diuraikan sebagai berikut :
o Silogisme merupakan bentuk penalaran deduktif yang formal
o Proses penalaran dimulai dari premis mayor melalui premis minor sampai pada kesimpulan
o Strukturnya tetap : premis mayor, premis minor, kesimpulan
o Premis mayor beisi pernyataan umum
o Premis minor berisi pernyataan yang lebih khusus yang merupakan bagian premis mayor
o Kesimpulan dalam silogisme selalu lebih khusus daripada premisnya

ANALISIS ANDROID


PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan karunia yang diberikan maka penulis dapat menyelesaikan penulisan ilmiah ini dengan judul “Analisis Penggunaan Aplikasi Office Dalam Smartphone Android” dengan baik. Laporan penulisan ilmiah ini disusun atas dasar tugas softskill dari Pak Sangsang Sangbakti.
Penulis menyadari bahwa penulisan ilmiah ini masih jauh dari kesempurnaan mengingat keterbatasan waktu, pengetahuan dan pengalaman yang penulis miliki. Untuk itu penulis mengharapkan bimbingan, saran serta kritik yang membangun dari berbagai pihak guna menyempurnakan penulisan ilmiah ini.
Penulis telah berusaha semaksimal mungkin dalam penyusunan ilmiah ini, namun penulis menyadari masih adanya kesalahan dan kekurangan diberbagai hal, karena kebenaran semata-mata hidayah dari Allah SWT dan segala kekurangan yang ada akibat keterbatasan penulis sebagai hamba yang tak sempurna. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritikan maupun saran yang bersifat membangun sehingga dapat dilakukan perbaikan pada penulisan-penulisan yang akan datang.
Akhir kata semoga penulisan ilmilah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.


Depok, 17 April 2013
Penulis,


(Irwan roy perdana)

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL…………………………………………… i

KATA PENGANTAR………………………………………….. ii

DAFTAR ISI…………………………………………………… iii

BAB I PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah……………………………….. 1
B.     Identifikasi Masalah…………………………………… 1
C.     Rumusan Masalah……………………………………... 2

D.    Tujuan Penelitian………………………………………. 2

E.     Manfaat Penelitian…………………………………….. 2

BAB II LATAR BELAKANG DAN HIPOTESIS

A.    Latar Belakang………………………………………… 3

B.     Hipotesis………………………………………………. 4

BAB III PENUTUP

A.    Kesimpulan……………………………………………. 5

B.     Saran…………………………………………………... 5

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………. 6




iii





BAB I
PENDAHULUAN

A.                Latar Belakang Masalah
            Android merupakan produk ciptaan Google yang kian menuai sukses sejak dirilis pada 5 November 2007. Fenomena android berhasil merebut pasar menengah dan menengah kebawah yang selama ini mendambakan handphone cerdas dengan harga yang lebih murah. Android adalah perangkat lunak (software) yang didistribusikan secara terbuka (open source) sehingga pengguna bisa membuat aplikasi baru di dalamnya.

            Android menjadi sistem operasi mobile yang sangat diminati oleh segala lapisan umur, karena kemudahan dan sistemnya yang open source. Sistem Operasi ini sangat cocok bagi mahasiswa yang sangat mengutamakan kebebasan. Hal ini terlihat dari sifat dasar android, yaitu kebebasan bagi user untuk lebih bereksplorasi dengan smartphonemasing-masing. Terutama untuk mahasiswa dan pekerja kantoran yang mungkin lebih sering menggunakan aplikasi office di smartphone mereka sebagaimana aplikasi office tersebut sangat diperlukan untuk kehidupan sehari-hari dan memudahkan pengguna untuk melakukan sebuah pekerjaan yang tidak perlu repot-repot menggunakan komputer atau laptop misalnya.

            Dari latar belakang tersebut, penulis mengambil judul “Analisis Penggunaan Aplikasi Office Dalam Smartphone Android”.

B.        Identifikasi Masalah
Dalam masalah ini penulis akan meneliti tentang penggunaan aplikasi office pada smartphone android. Lebih cenderung/dominan menggunakan aplikasi apa sajakah orang-orang yang menggunakan smartphone android dengan membagikan 50 kuesioner kepada konsumen smartphone android di kalangan mahasiswa dan pekerja (orang kantoran). Dan juga membandingkan antara OS pada android dengan OS pada handphone yang lainnya.

C.                Rumusan Masalah
Penulis akan menyoroti masalah pada konsumen terhadap produk smartphone android yang mereka gunakan, yaitu :
-       Aplikasi office apa sajakah yang penting dan sering konsumen gunakan dalam kesehariannya dengan produk smartphone android?

D.          Tujuan Penelitian
            Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penulisan ilmiah ini adalah untuk mengetahui tingkat kecenderungan penggunaan aplikasi dengan smartphone android di kalangan mahasiswa dan pekerja (orang kantoran) yang sering mereka gunakan.

E.           Manfaat Penelitian
Dalam penelitian ini hanya akan membatasi pada mahasiswa dan pekerja (orang kantoran). Adapun manfaat penelitian yang dilakukan adalah :
1)  Manfaat Bagi Penulis :
a.       Sebagai bentuk pengembangan ilmu serta wawasan tentang penerapan teori pada kehidupan nyata.
b.      Sebagai pengalaman yang diharapkan dapat berguna di masa mendatang saat berkecimpung dalam dunia kerja.
2)  Manfaat bagi masyarakat :
Sebagai masukan atau sumber informasi bagi masyarakat tentang aplikasi office smartphone android yang akan mereka gunakan.

BAB II
LATAR BELAKANG DAN HIPOTESIS

A.                Latar Teori

Gadget berlabel Smartphone khususnya Smartphone Android adalah gadget multimedia. Android memiliki banyak pilihan aplikasi dalam kategori hiburan(seperti pemutar video, game), edukasi(seperti Google Skymap), navigasi, dan banyak aplikasi berguna lainnya. Salah satu kategori penting Smartphone yang membuatnya menjadi ponsel berkemampuan computer adalah aplikasi office.
Android memiliki beberapa aplikasi office tersedia di Android Market. Namun tiga aplikasi yang paling memiliki banyak pengguna yaitu Document To Go milik Dataviz Inc, Office Suite Pro besutan Mobile System, dan Quick Office Pro garapan Quickoffice. Ketiga aplikasi ini memiliki fitur bisa membaca, mengedit, dan membuat file Word, Excel, dan Powerpoint. Selain itu juga bisa membaca file berformat PDF.
Ketiga aplikasi ini tersedia di Android Market dan berbayar. Dan ketiga-tiganya memiliki harga $14,99. Selain dijual di Android Market, ketiga aplikasi ini seringnya dibundling dalam OS Android merek tertentu. Seperti Document To Go menjadi bundling tablet A-note. Office Suite pro menjadi bundling Sony Ericsson Xperia Pro yang saat ini masih belum resmi masuk pasar Indonesia. Quick Office Pro menjadi bundling dalam Samsung Galaxy.
Ketiga Aplikasi memiliki fungsi yang sama, namun secara detail mereka memiliki fitur berbeda. Atau bisa juga disebut, masing-masing aplikasi memiliki kelebihan masing-masing.
Kelebihan Office Suite Pro:
  • Mendukung file office format lama seperti .doc(format file Word) , .xls(format file excel), dan .ppt(format file powerpoint). Dan juga mendukung file office format baru seperti .docx, .xlsx, dan .pptx.
  • Pada saat menyimpan file, terdapat pilihan menyimpan file dalam format baru, format lama, atau .txt(format file notepad).
  • Pada menu Insert, mendukung gambar, tabel, hyperlink, bookmark, komentar, footnote, dan endnote. (footnote dan endnote tidak terlihat pada office versi mobile. Tetapi apabila file dibuka di office versi komputer, footnote dan endnote akan terlihat).
Kelebihan Document To Go:
  • Document To Go tidak hanya sekedar viewer, namun aplikasi ini memungkinkan anda untuk membuat dan bekerja dengan file microsoft office.
  • Bisa melihat, menghapus dan membuat file dengan mudah.
  • Fitur fitur yang disediakan juga sangat mudah untuk dipahami.
Kelebihan Quick Office Pro:
  • Mampu menampilkan tampilan layar dokumen yang cukup jelas dan konsisten baik.
  • Ada dua pilihan untuk membuka dokumen di Quickoffice Pro: Pertama, cukup dengan membuka salah satu aplikasi (Quickword, Quicksheet, atau Quickpoint) atau langsung dari folder Dropbox atau dari media penyimpanan lain.
  • Untuk urusan menampilkan slideshow di bagian Powerpoint, Quickoffice Pro membolehkan untuk menambah bentuk-bentuk simple dari menu dan tiap-tiap bentuk ini dapat diatur ukurannya dengan menarik bagian tengahnya. Satu lagi kelebihan pada Quickoffice Pro, dapat mengimpor foto dari handphone smartphone.

B.                 Hipotesis
1.      Office Suite Pro lebih bagus daripada Document To Go dan Quickoffice Pro.
2.      Document To Go lebih bagus daripada Quickoffice Pro dan Office Suite Pro.
3.      Quickoffice Pro lebih bagus daripada Office Suite Pro dan Document To Go.

BAB III
PENUTUP

A.        Kesimpulan
Setelah melakukan observasi kepada para pengguna Smartphone Android terkhusus untuk aplikasi officenya, maka kebanyakan orang lebih memilih dan sering menggunakan Offcie Suite Pro, karena Office Suite Pro memiliki semua fitur sementara Document To Go dan Quick Office Pro bersifat saling melengkapi. Namun untuk aplikasi berbayar dengan harga yang sama, jelas sekali Office Suite Pro merupakan aplikasi office android yang paling layak untuk dibeli.

B.        Saran
Berdasarkan hasil kesimpulan di atas, penulis memberikan saran agar konsumen memilih aplikasi office di android sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan konsumen untuk menggunakan aplikasi tersebut.



DAFTAR PUSTAKA

id.wikipedia.com
play.google.com